Su Zhu dan Three Arrows Capital: Dari Bintang Kripto Menjadi Tahanan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Dalam sejarah mata uang kripto, jarang ada kisah yang begitu naik turun seperti pengalaman Su Zhu. Dari aset senilai 3 miliar dolar hingga menjadi tahanan, perubahan ini berlangsung kurang dari empat tahun. Tetapi yang lebih patut diperhatikan bukanlah angka tersebut sendiri, melainkan risiko sistemik yang tercermin di baliknya—bagaimana seorang manajer dana yang pernah memegang denyut nadi industri ini, akhirnya binasa dalam permainan leverage yang berlebihan.

Manajer dana yang penuh ambisi

Su Zhu bukanlah sosok legenda di dunia kripto sejak awal. Pada tahun 2012, ia bekerja sebagai trader biasa di Deutsche Bank, belajar menyeimbangkan risiko dan peluang dari hutan keuangan tradisional. Tetapi bagi Su Zhu, keseimbangan itu jelas belum cukup menantang.

Hingga tahun 2018, ia bersama mitranya mendirikan Three Arrows Capital (3AC), sebuah hedge fund yang segera menjadi favorit di dunia kripto. Pada tahun 2021, saat Bitcoin melonjak ke puncak sejarah, Su Zhu telah berubah menjadi bintang industri—ia muncul di berbagai forum besar, berbicara tentang “super siklus”, dan setiap gerak-geriknya memancarkan keyakinan mutlak terhadap masa depan kripto.

Di mata banyak investor, Su Zhu mewakili operator era baru: berani, agresif, dan berani bertaruh besar. Dan Three Arrows Capital pun secara resmi menjadi salah satu hedge fund terkemuka di dunia kripto. Tetapi di balik semua kemewahan dan kilau itu, tersembunyi sebuah permainan keuangan yang sangat rapuh.

Permainan leverage dan pendanaan

Rahasia keberhasilan Three Arrows Capital tampaknya sederhana, tetapi sangat berbahaya: pendanaan yang gila-gilaan.

Su Zhu menjadikan 3AC sebuah mesin pinjaman raksasa. Sumber dana sangat beragam—BlockFi, Voyager, Genesis, dan banyak platform pinjaman kripto terkenal lainnya menjadi "pemberi dana"nya. Institusi-institusi ini bersedia memberi pinjaman puluhan miliar dolar kepada 3AC karena citra Su Zhu yang dibangun dengan cermat: dia mengendalikan sejumlah besar dana dari para konglomerat industri, dipercaya oleh berbagai lembaga, dan tingkat pengembalian investasinya tampak sangat menarik.

Namun kenyataannya, Su Zhu bermain dalam permainan yang jauh lebih berbahaya. Ia meminjam uang, lalu meminjam lagi, memperbesar leverage secara berlapis-lapis sehingga 3AC tampak memiliki daya beli yang jauh melebihi kenyataannya. Secara sederhana, jika menggunakan aset kripto senilai 2 miliar dolar sebagai jaminan untuk meminjam 1 miliar dolar, saat pasar bearish datang dan nilai aset turun 50%, utang 1 miliar dolar itu akan menjadi beban terakhir yang menghancurkan.

Pada saat yang sama, Su Zhu juga secara terbuka mempromosikan pandangannya tentang investasi di media sosial, bahkan menghabiskan jutaan dolar untuk membeli NFT langka yang tampak “keren”. Tindakan ini meskipun meningkatkan popularitasnya, justru memperbesar risiko yang dihadapi. Para investor pun tidak menyadari bahaya ini, dan terus mengikuti jejak “manajer dana jenius” ini secara buta.

Sebenarnya, kekayaan 3AC seperti menara yang dibangun dari kartu remi—di luar tampak kokoh, tetapi di dalam sangat rapuh, dan bisa runtuh kapan saja dalam hembusan angin kecil.

Keruntuhan LUNA: ledakan risiko

Pada Mei 2022, angin kecil itu akhirnya datang—keruntuhan LUNA.

Ekosistem Terra mengalami kejatuhan LUNA dalam beberapa hari, dari puncak ke dasar, dan 500 juta dolar yang diinvestasikan 3AC di proyek tersebut hilang seketika. Bagi investor biasa, ini mungkin hanya gelombang pasar bearish biasa; tetapi bagi 3AC yang bergantung pada leverage, ini adalah jerat terakhir yang menghancurkan.

Seiring kejatuhan LUNA, aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum juga mulai merosot. Saat BTC turun dari puncaknya, seluruh pasar kripto pun jatuh bebas. Kerajaan leverage yang dibangun 3AC mulai goyah. Jaminan yang sebelumnya tampak aman terus menurun nilainya, sementara utang yang mereka miliki tidak berkurang sedikit pun.

Pada saat ini, lembaga-lembaga yang memberi pinjaman kepada 3AC menyadari betapa seriusnya situasi. BlockFi, Voyager, Genesis, dan platform lainnya mulai menagih utang, sementara Su Zhu memilih menghilang. Ia tidak muncul untuk menghadapi masalah, tidak mencari kompromi, melainkan benar-benar menghilang—menghilang dari dunia.

Menghilang dan penangkapan: akhir dari Su Zhu

Akhirnya, 3AC mengalami margin call besar-besaran, meninggalkan kekurangan utang sebesar 3,5 miliar dolar. Runtuhnya ini memicu reaksi berantai yang melanda seluruh industri—Voyager, BlockFi, dan banyak lembaga lain bangkrut satu per satu, dan jutaan investor terperangkap dalam mimpi buruk yang tak berujung.

Namun Su Zhu tidak menanggung beban apa pun. Setelah 3AC benar-benar runtuh, ia memilih melarikan diri ke Dubai, melanjutkan gaya hidup mewah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tetapi pelariannya tidak berlangsung lama.

Pada September 2023, saat Su Zhu mencoba naik pesawat di Bandara Changi Singapura dengan paspor palsu, ia akhirnya ditangkap oleh aparat penegak hukum. Mantan penguasa kerajaan kripto itu berubah menjadi tahanan. Rumah mewah senilai 50 juta dolar yang dimilikinya disita, koleksi NFT yang dulu bernilai tinggi menjadi sampah, dan reputasinya yang dulu bangga kini hancur total. Ia akan menjalani hukuman penjara selama 10 tahun.

Pelajaran dari permainan leverage

Melihat kisah Su Zhu, banyak orang pertama kali merasa “sungguh sial”. Tetapi sebenarnya, ini bukan soal keberuntungan, melainkan hasil yang pasti.

Kegagalan Su Zhu pada dasarnya berasal dari tiga kelemahan fatal: pertama, ketergantungan berlebihan pada leverage. Dalam tren pasar naik, leverage memang bisa memperbesar keuntungan; tetapi saat pasar berbalik, leverage juga memperbesar kerugian, dan kecepatannya sering kali melebihi prediksi siapa pun. Kedua, mengabaikan manajemen risiko secara total. Su Zhu bertaruh bahwa pasar hanya akan naik, tanpa menyiapkan ruang untuk pembalikan pasar. Ketiga, kepercayaan diri berlebihan yang menyebabkan ketidakseimbangan informasi. Investor seringkali hanya tahu tentang 3AC dari pernyataan terbuka Su Zhu di media sosial, sementara risiko yang disembunyikan secara sengaja oleh dia terus terakumulasi di belakang layar.

Ketika ketiga faktor ini digabungkan, bencana pun tak terhindarkan.

Saat ini, industri kripto jauh lebih memperhatikan manajemen risiko. Platform mulai mengharuskan transparansi yang lebih besar, dan investor belajar untuk lebih rasional dalam menilai keberhasilan yang tampaknya terlalu mudah didapat. Kisah Su Zhu pun menjadi pelajaran paling menyakitkan di pasar ini.

Dalam dunia kripto, leverage adalah pedang bermata dua—dapat membawamu ke puncak langit, tetapi juga bisa menjatuhkanmu ke jurang terdalam. Kekayaan sejati bukanlah seberapa banyak yang kamu peroleh, tetapi seberapa banyak yang bisa kamu pertahankan. Dan di balik kisah sukses yang gemerlap, sering tersembunyi sinyal bahaya terbesar. Kejatuhan Su Zhu adalah peringatan terbaik bagi semua yang terlibat.

LUNA-2,39%
ETH-5,47%
BTC-4,36%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan