Perusahaan yang tercatat di Hong Kong menunjukkan rekor aktivitas pasar modal pada periode 2026 hingga 27 Juli, dengan penghimpunan dana IPO mencapai HK$272,3 miliar dan total buyback saham sebesar HK$100,6 miliar. Tren ganda tersebut muncul ketika volatilitas pasar mendorong hampir 300 perusahaan melakukan repurchase saham, sementara 100 pencatatan baru menghimpun modal dengan kecepatan lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu. Pasar saham Hong Kong memadukan momentum penerbitan baru yang kuat dengan aksi korporasi yang bersifat defensif, karena perusahaan-perusahaan besar mendukung valuasi melalui program buyback.
Penghimpunan Dana IPO Melampaui HK$270 Miliar
Menurut data Wind, 100 perusahaan menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong hingga 27 Juli tahun ini, yang berarti kenaikan 92,31% dibanding periode yang sama tahun lalu. Total penghimpunan dana IPO mencapai HK$272,3 miliar, naik 111,26% year-over-year.
Gelombang penghimpunan dana tersebut menampilkan karakteristik struktural yang jelas. Perusahaan tercatat ganda A+H memimpin aktivitas, dengan 31 emiten yang sudah diperdagangkan di pasar saham A menghimpun HK$173,6 miliar di Hong Kong, menyumbang 60% dari total perolehan.
Perusahaan teknologi mendominasi pipeline penerbitan. Sektor peralatan perangkat keras, semikonduktor, dan layanan perangkat lunak secara kolektif menghimpun sekitar HK$184,9 miliar, atau 70% dari total penghimpunan dana. Luxshare Precision, Shengyi Technology, Muyuan Foods, dan Eastroc Beverage masing-masing menghimpun lebih dari HK$10 miliar.
Partisipasi investor pengarah terbukti signifikan. Di antara pencatatan baru tahun ini, 83 saham menarik investor pengarah, termasuk GIC, Temasek, dan Abu Dhabi Investment Authority dari Singapura. Investor institusional ini berlangganan sekitar HK$112,5 miliar, setara 40% dari total penghimpunan dana.
Total Buyback Melebihi HK$100 Miliar
Per 27 Juli, perusahaan yang tercatat di Hong Kong menjalankan repurchase saham senilai HK$100,6 miliar, melibatkan 7,5 miliar saham. Ini merupakan peningkatan lebih dari 50% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Hampir 300 perusahaan tercatat menerapkan program buyback, terutama bertujuan menstabilkan kepercayaan investor ketika harga saham bergerak di bawah valuasi yang dianggap layak selama volatilitas indeks.
Tencent Holdings menempati peringkat pertama dengan HK$26,1 miliar dalam repurchase di 53 peristiwa buyback terpisah sepanjang tahun hingga saat ini. AIA Group dan Xiaomi Group menyusul dengan masing-masing HK$13,6 miliar dan HK$11,3 miliar untuk buyback.
Di luar raksasa internet, aktivitas buyback meluas ke sektor kesehatan (termasuk WuXi AppTec), logistik dan pengiriman (SF Holding, ZTO Express), serta sektor mobilitas otomotif.
Prospek Pasar Berfokus pada Likuiditas dan Kepercayaan
Analis mencatat bahwa saham Hong Kong saat ini berada di persimpangan, dengan arah pasar ke depan bergantung pada likuiditas global yang membaik dan fundamental yang distabilkan yang bergerak seiring.
Menjelang paruh kedua tahun ini, pengamat pasar memperkirakan total penghimpunan dana akan mencapai rekor tertinggi, didorong oleh pipeline proyek IPO yang kuat. Buyback lanjutan oleh pemimpin industri memberikan dukungan penting untuk stabilisasi pasar.
FAQ
Berapa banyak perusahaan yang menyelesaikan IPO di Hong Kong hingga 27 Juli tahun ini?
100 perusahaan menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong hingga 27 Juli tahun ini, dengan total penghimpunan dana mencapai HK$272,3 miliar.
Perusahaan mana yang memimpin buyback saham Hong Kong pada 2026?
Tencent Holdings memimpin dengan HK$26,1 miliar dalam repurchase saham hingga 53 peristiwa buyback sepanjang tahun ini, diikuti AIA Group dengan HK$13,6 miliar dan Xiaomi Group dengan HK$11,3 miliar.