(Sumber: AFX_XYZ)
Seiring meningkatnya permintaan akan perpetual futures dan derivatif on-chain di pasar kripto, banyak platform trading terdesentralisasi mengalami hambatan kinerja — slippage tinggi, keterlambatan eksekusi trading, dan kemacetan jaringan. AFX adalah blockchain Layer 1 yang dirancang khusus untuk trading derivatif terdesentralisasi. Tujuannya: menggabungkan kecepatan bursa terpusat dengan transparansi blockchain demi menciptakan lingkungan trading on-chain yang setara dengan pasar keuangan profesional.
Berbeda dengan blockchain serba guna, AFX memusatkan seluruh arsitektur jaringannya pada trading frekuensi tinggi dan perpetual futures, dengan tujuan mengatasi batasan kinerja yang selama ini menghantui platform derivatif DeFi tradisional.
Sebagian besar platform trading DeFi masih berjalan di blockchain bersama, sehingga rentan terhadap gangguan dari aplikasi lain.
Masalah yang muncul meliputi:
Bagi trader profesional, satu saja dari masalah ini bisa langsung memengaruhi hasil trading.
Karena itulah AFX memilih membangun jaringan Layer 1 khusus — yang secara eksklusif melayani trading derivatif, tanpa harus bersaing memperebutkan sumber daya dengan aplikasi lain.
(Sumber: AFX_XYZ)
Trading Kecepatan Tinggi & Latensi Rendah AFX menggunakan arsitektur konsensus DAG dengan lapisan eksekusi modular. Tim melaporkan latensi transaksi median di bawah 100 milidetik — artinya pesanan lebih cepat dicocokkan. Ini krusial bagi trader frekuensi tinggi, strategi kuantitatif, dan scalper jangka pendek. Throughput teoretis jaringan melebihi 100.000 transaksi per detik (TPS), dengan target menghadirkan pengalaman trading semulus bursa terpusat.
Model Transaksi Tanpa Biaya Gas Keunggulan lainnya: mode Zero Gas. Di sebagian besar blockchain, pengguna membayar gas untuk setiap operasi. AFX menghilangkan hambatan itu, sehingga memangkas biaya bagi trader yang sering bertransaksi.
Desain ini ideal untuk:
Bagi trader profesional, ini berarti efisiensi modal yang lebih baik.
Selain kripto, AFX sudah mengintegrasikan aset keuangan tradisional, mendorong diversifikasi derivatif on-chain yang lebih luas. Platform ini juga mendukung leverage hingga 40x untuk penggunaan modal yang lebih fleksibel.
Elemen desain utama meliputi:
Dengan demikian, eksekusi trading tetap terisolasi dari aplikasi lain, sehingga meningkatkan efisiensi dan stabilitas pencocokan.
Ini memungkinkan:
Ini juga menunjukkan bahwa AFX ingin menarik lebih banyak pemain keuangan profesional ke dalam derivatif on-chain.
AFX baru saja meluncurkan Mainnet-nya, menandakan bahwa jaringan Layer 1 kini aktif dan beroperasi.
Peluncuran ini juga mencakup:
AFX menyebutkan bahwa sistem marginnya membutuhkan margin pemeliharaan minimum sekitar 1,25%, dengan tujuan meningkatkan efisiensi modal secara keseluruhan.
AFX memposisikan dirinya sebagai Sovereign Trading Layer — lingkungan keuangan mandiri yang dibangun khusus untuk derivatif on-chain.
Filosofi intinya:
AFX bertujuan menyeimbangkan kecepatan dengan desentralisasi.
AFX mengatakan bahwa mereka melewatkan penjualan pribadi VC tradisional dan jadwal unlock besar, dan lebih memilih pendekatan berbasis komunitas. AFX juga memperkenalkan model 100% Revenue Pass-through, di mana pendapatan yang dihasilkan jaringan mengalir kembali ke peserta ekosistem dan trader. Dalam DeFi, desain semacam ini sering dipandang sebagai cara untuk meningkatkan keterlibatan komunitas dan mendukung pertumbuhan ekosistem jangka panjang.
AFX adalah blockchain Layer 1 yang dioptimalkan untuk trading derivatif terdesentralisasi. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pasar perpetual futures on-chain melalui eksekusi berkecepatan tinggi, biaya gas nol, dan arsitektur tingkat institusi. Seiring pasar derivatif DeFi terus berkembang, permintaan akan lingkungan trading dengan latensi rendah, likuiditas tinggi, dan profesional semakin meningkat. AFX mencerminkan pergeseran yang lebih luas — infrastruktur blockchain beralih dari rantai serba guna menuju kasus penggunaan keuangan yang lebih khusus.
Apa itu AFX? AFX adalah blockchain Layer 1 yang dibangun khusus untuk trading derivatif terdesentralisasi, dengan fokus utama pada pasar perpetual futures. Ia menggabungkan kecepatan bursa terpusat dengan transparansi blockchain untuk menciptakan lingkungan trading on-chain yang lebih efisien.
Apa fitur inti AFX? Fitur utama AFX meliputi trading kecepatan tinggi dengan latensi rendah, model biaya gas nol, dan dukungan untuk beberapa pasar perpetual futures termasuk BTC, ETH, emas, dan minyak mentah. Platform ini juga menawarkan leverage hingga 40x untuk mengakomodasi berbagai strategi trading.
Bagaimana AFX berbeda dari platform trading DeFi pada umumnya? AFX menggunakan arsitektur Layer 1 khusus dengan lingkungan eksekusi trading sendiri, perlindungan MEV, dan dukungan protokol FIX asli. Hal ini mengurangi kemacetan jaringan dan slippage, sehingga jauh lebih cocok untuk trading frekuensi tinggi, strategi kuantitatif, dan pengguna tingkat institusi.





