Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya melihat sebuah kasus menarik dari Singapura yang menunjukkan seberapa serius mereka menanggapi pencucian uang di pusat keuangan. Otoritas Moneter Singapura baru saja menyelesaikan penyelidikan yang dianggap terbesar dalam sejarah — sembilan lembaga keuangan dikenai denda total sebesar 27,5 juta dolar Singapura. Ini bukan sekadar proses birokrasi, melainkan pekerjaan nyata melawan kejahatan terorganisir.
Kasus ini terkait dengan geng Fujian — organisasi kriminal yang mencuci uang melalui sistem keuangan. Otoritas Moneter Singapura mengungkap operasi besar-besaran dan menyita aset, termasuk uang tunai, properti mewah, barang-barang kemewahan, dan bahkan aset kripto. Ini menunjukkan bahwa bahkan aset kripto kini berada di bawah pengawasan ketat regulator.
Denda terbesar diberikan kepada cabang Credit Suisse di Singapura — sebesar 5,8 juta dolar Singapura. UBS dan Citi juga dikenai sanksi karena kekurangan dalam sistem anti pencucian uang mereka. Alasan utamanya sederhana — lembaga-lembaga ini tidak mengawasi dengan baik bagaimana uang mengalir melalui sistem mereka. Bagi lembaga keuangan, ini adalah sinyal serius: di Singapura tidak hanya memberi denda, tetapi juga menuntut perubahan nyata dalam kepatuhan.
Kasus ini menunjukkan bahwa bahkan bank terbesar pun tidak kebal dari pemeriksaan. Kasus geng Fujian adalah pengingat bahwa pusat keuangan seperti Singapura terus menyempurnakan mekanisme pengawasannya. Jika Anda bekerja di sektor keuangan, ini harus menjadi alasan serius untuk mengevaluasi ulang sistem keamanan dan kepatuhan Anda.