Baru saja menangkap sesuatu yang menarik tentang ketidaksepakatan terbaru dalam perkiraan ekonomi global antara institusi besar. Jadi IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan mereka untuk 2026 menjadi 3,1% dari 3,3% pada bulan Januari, kan? Tapi yang menarik adalah — analis Oxford Economics, Ben May, mengatakan bahkan itu pun terlalu optimis. Pendapat mereka? Hanya 2,9% pertumbuhan, yang jauh lebih pesimis.



Perbedaan ini pada dasarnya bergantung pada satu asumsi kunci: harga minyak. IMF memperkirakan harga minyak Brent rata-rata sekitar $80 per barel tahun depan, tetapi Oxford Economics memperkirakan akan mencapai $90 — jarak yang cukup signifikan. Ketika mempertimbangkan biaya energi yang lebih tinggi, pertumbuhan tambahan itu pun hilang dengan cepat.

Hal lain yang juga patut dicatat adalah bagaimana institusi-institusi ini memandang ekonomi maju secara berbeda. IMF tampaknya jauh lebih optimis tentang prospek pertumbuhan di tempat seperti AS, Zona Euro, Jepang, dan Inggris dibandingkan sikap lebih hati-hati dari Oxford. Jadi tergantung pada perkiraan ekonomi global mana yang Anda ikuti, Anda bisa melihat skenario yang sangat berbeda yang akan terjadi.

Perbedaan semacam ini biasanya berpengaruh besar terhadap pasar — asumsi dasar yang berbeda tentang pertumbuhan dan inflasi cenderung mempengaruhi keputusan alokasi aset yang berbeda. Menarik melihat jarak ini melebar pada sesuatu yang fundamental seperti perkiraan ekonomi global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan