Jadi inilah sesuatu yang layak diperhatikan jika Anda mengikuti logam mulia - cerita harga emas menjelang 2025 mulai terlihat cukup menarik dari sudut pandang teknikal. Menurut analis pasar yang mengikuti grafik, kita sedang melihat skenario di mana emas mungkin turun satu kali lagi sebelum melakukan dorongan serius lainnya ke atas.



Polanya yang mereka tunjukkan sebenarnya cukup meyakinkan. Emas telah menguat sekitar $500 per ons dari Oktober 2023 (ketika harganya sedikit di bawah $2.000) hingga sekitar $2.535. Kemudian harga kembali turun, menemukan support di sekitar $2.380, dan melonjak lagi $500 lebih tinggi ke $2.800. Teorinya adalah jika pola ini bertahan dan kita melihat penurunan lagi ke $2.600, diikuti oleh $400 rally serupa dengan siklus sebelumnya, kita bisa melihat target harga emas di kisaran $2.900-$3.000 pada akhir 2025 atau awal 2026.

Apa yang mendorong pandangan bullish ini? Beberapa faktor sedang bersatu. Pertama, ada situasi tarif. Jika pemerintahan yang akan datang menindaklanjuti tarif yang diusulkan - 25% untuk Meksiko dan Kanada, 10% untuk China - itu akan menciptakan tekanan inflasi yang serius. Dan secara historis, pergerakan harga emas sangat terkait dengan ekspektasi inflasi. Analis menandai ini sebagai faktor wildcard utama.

Lalu ada risiko geopolitik yang tetap ada di latar belakang. Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Forum Ekonomi Dunia bahkan menandai konflik bersenjata sebagai risiko utama menjelang 2025, dengan hampir seperempat responden menyebutkannya. Ketidakpastian semacam ini biasanya mendukung harga emas.

Kebijakan moneter Fed adalah bagian lain dari puzzle ini. Pemotongan suku bunga melambat, dan tidak ada yang benar-benar yakin berapa banyak pemotongan yang akan terjadi. Ketidakpastian tentang inflasi, pertumbuhan, dan defisit anggaran semuanya mempengaruhi bagaimana bank sentral mengatur kebijakan - dan ini langsung berdampak pada valuasi harga emas.

Ada juga faktor wild card yang tidak cukup diperhatikan: apa yang terjadi jika tarif tiba-tiba berlaku untuk impor logam mulia? Secara historis mereka dikecualikan, tetapi itu bisa berubah. Jika tarif dikenakan pada logam fisik yang masuk ke AS, itu bisa menciptakan volatilitas ekstrem dan berpotensi mengubah dinamika harga emas secara signifikan.

Goldman Sachs juga merevisi proyeksinya - mereka menaikkan target harga emas $3.000 dari 2025 ke pertengahan 2026, tetapi tetap memperkirakan sekitar $2.910 pada akhir tahun 2025. Jadi bahkan pemain institusional besar pun bullish, hanya dengan waktu yang sedikit berbeda.

Kesimpulan yang lebih luas: momentum harga emas tampaknya masih punya ruang untuk bergerak, asalkan faktor makro ini berjalan sesuai harapan. Apakah Anda sedang melindungi risiko inflasi atau sekadar mengikuti gambaran makro, logam mulia tampaknya layak mendapatkan tempat dalam percakapan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan