Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi sebenarnya apa itu web3? Pertanyaan ini makin sering saya dengar, dan jawabannya lebih sederhana dari yang kita kira.
Internet kita sudah berevolusi berkali-kali. Di era Web1 (1990-an hingga awal 2000-an), internet hanya untuk membaca. Website statis, konten satu arah, kita cuma konsumen. Kemudian Web2 datang (2004 sampai sekarang) dan semuanya berubah. Media sosial, aplikasi, e-commerce — tiba-tiba kita bisa berinteraksi, membuat konten, berbagi. Tapi ada masalahnya: data kita dikontrol oleh Facebook, Google, Twitter, dan raksasa teknologi lainnya.
Sekarang kita masuk fase berikutnya: Web3. Ini tentang internet terdesentralisasi yang benar-benar dimiliki pengguna, bukan korporasi. Teknologi blockchain adalah tulang punggungnya.
Apa itu web3 dalam praktik? Tiga prinsip utama: pertama, kepemilikan — kamu kontrol data, identitas, dan aset digital sendiri. Kedua, desentralisasi — nggak ada satu perusahaan atau server yang menguasai semuanya. Ketiga, transparansi — semua transaksi tercatat di blockchain dan bisa dilacak.
Sudah ada contoh nyata sekarang. Ethereum dan Solana adalah blockchain yang menjalankan ribuan aplikasi Web3. Wallet seperti MetaMask dan Trust Wallet memberikan kontrol penuh atas aset digital kamu. Platform DeFi seperti Uniswap dan Aave memungkinkan transaksi keuangan tanpa bank. Bahkan ada dunia virtual seperti Decentraland dan Sandbox yang dimiliki pengguna, bukan developer.
Tapi jujur, Web3 masih jauh dari sempurna. Skalabilitas masih jadi masalah, biaya transaksi di beberapa blockchain bisa mahal, dan banyak orang belum paham cara kerjanya. Ada juga risiko penipuan dan regulasi yang belum jelas.
Namun seperti Web1 dan Web2 dulu, Web3 sedang membangun fondasi untuk internet yang lebih terbuka dan adil. Ini bukan hanya tentang teknologi — ini tentang siapa yang punya kekuasaan atas data dan aset digital kita. Dan itu adalah perubahan besar.