Baru saja memperhatikan sesuatu yang menarik tentang bagaimana beberapa investor canggih mendekati pasar pendapatan tetap berbeda dari kebanyakan orang. Mereka tidak hanya mengejar hasil seperti investor obligasi tradisional—mereka berburu peluang nilai relatif antara sekuritas yang serupa.



Jadi begini dengan strategi nilai relatif dalam pendapatan tetap. Ide inti cukup sederhana: temukan dua obligasi atau instrumen serupa yang harganya berbeda dari seharusnya, lalu bertaruh bahwa keduanya akan menyatu. Mungkin satu obligasi terlihat undervalued dibandingkan yang lain dengan risiko serupa, jadi Anda membelinya sementara menjual pendek yang overvalued. Keuntungan berasal dari penyatuan celah itu, bukan dari memegang sampai jatuh tempo.

Yang membuat pendekatan ini menarik adalah berbagai macam perdagangan yang bisa Anda bangun. Anda bisa membandingkan obligasi terkait inflasi dengan obligasi reguler, memainkan titik berbeda di kurva hasil, atau memanfaatkan perbedaan harga antara obligasi dan kontrak futures-nya. Ada juga perdagangan basis, spread swap, dan permainan nilai relatif lintas mata uang. Intinya, jika dua instrumen pendapatan tetap seharusnya bergerak bersama tetapi tidak, ada potensi perdagangan di situ.

Daya tariknya jelas—strategi ini bisa berhasil di pasar yang tidak bergerak ke mana-mana. Berbeda dengan investasi tradisional yang bergantung pada arah pasar secara keseluruhan, nilai relatif lebih tentang posisi pasar yang netral. Anda melindungi risiko yang lebih luas sambil menangkap ketidakefisienan yang lebih kecil. Itulah mengapa hedge fund dan investor institusional sangat mendalami bidang ini.

Tapi di sinilah kenyataannya: ini hanya berhasil jika Anda bisa melihat kesalahan harga sebelum pasar memperbaikinya, dan Anda membutuhkan alat analisis yang serius untuk melakukannya. Cerita peringatan terkenal adalah Long-Term Capital Management—mereka sukses besar di akhir 1990-an menggunakan strategi ini, lalu hancur ketika krisis keuangan internasional melanda dan likuiditas mengering. Mereka menggunakan leverage besar untuk memperbesar hasil dari perdagangan nilai relatif kecil, yang tampaknya cerdas sampai akhirnya tidak lagi.

Itulah risiko utama di sana. Margin keuntungan dari perdagangan nilai relatif individual sangat kecil dibandingkan dengan ukuran posisi yang perlu diambil. Jadi investor akhirnya menggunakan leverage, yang berarti jika Anda salah menilai likuiditas atau kondisi pasar, kerugian bisa membesar dengan cepat. Anda juga membutuhkan keahlian dan infrastruktur yang sebagian besar investor ritel tidak miliki.

Namun bagi pemain canggih, pendekatan ini bisa menambah nilai nyata ke portofolio. Ini mendiversifikasi alokasi pendapatan tetap Anda di luar strategi beli dan tahan, dan memberi Anda alat untuk mengelola risiko suku bunga dengan lebih tepat. Hanya perlu tahu apa yang Anda lakukan dan menghormati risiko leverage yang terlibat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan