Baru saja lihat XRP turun cukup dalam, dari $1,36 ke $1,33 dalam pergerakan yang agresif. Penjualan ini sebenarnya mencerminkan sesuatu yang lebih besar—data on-chain menunjukkan minggu lalu ada lonjakan kerugian terealisasi sebesar $1,93 miliar, yang merupakan yang terbesar sejak 2022. Angka segede itu berarti banyak holder yang akhirnya menyerah dan mengunci kerugian mereka.



Yang menarik, terakhir kali terjadi kapitulasi skala besar seperti ini sekitar 39 bulan lalu, XRP malah naik 114% dalam delapan bulan berikutnya. Jadi secara historis, momen-momen ekstrem seperti ini sering jadi pemicu pemulihan. Saat penjual yang lemah terpaksa keluar, komposisi holder berubah—koin pindah dari trader jangka pendek yang panik ke pembeli jangka panjang yang punya conviction lebih kuat. Itu biasanya ciptakan dasar yang lebih stabil.

Tapi tentu saja konteks itu penting. Dulu 2022 itu setelah crash yang panjang dan deleveraging masif. Sekarang situasinya beda—ada ketidakpastian makro, narasi regulasi yang masih berubah-ubah, volatilitas masih tinggi. Kapitulasi kemarin mungkin tanda penjual udah cape, tapi belum tentu hambatan makro hilang.

Yang perlu diperhatiin adalah apa yang terjadi minggu depan. Kalau kerugian terealisasi terus tinggi atau langsung naik lagi, berarti distribusi belum selesai. Tapi kalo stabil dan ada demand spot yang masuk, baru bisa bilang ini adalah turning point yang serius. Untuk sekarang, chart menunjukkan momentum ekstrem—secara historis ini adalah setup yang bagus, tapi eksekusinya tergantung momentum selanjutnya.
XRP-1,63%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan