Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mengenai konflik AS-Iran yang meletus pada awal Maret 2026 dan dampaknya berikutnya seperti blokade Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas pengilangan, berikut adalah analisis mendalam dan prediksi pasar berdasarkan situasi saat ini (7 Maret 2026):
1. Latar Belakang Peristiwa Inti
• “Lockjaw” Selat Hormuz: Pasukan Revolusi Iran secara resmi mengumumkan penutupan selat pada 2 Maret. Saat ini volume lalu lintas turun 90% dari tingkat normal, sekitar 411 kapal tanker minyak terdampar di Teluk Persia.
• Infrastruktur energi terganggu: Sebuah kilang pengilangan Saudi Aramco dengan kapasitas 550.000 barel per hari dan fasilitas LNG Qatar diserang drone dan dipaksa tutup.
• Kesenjangan pasokan: Sekitar 20 juta barel bahan bakar cair per hari terganggu, hampir 20% dari pasokan global.
2. Dampak terhadap Ekonomi Global: Dari “Premium” Menuju “Stagflasi”
Konflik ini memberikan dampak struktural yang jauh melebihi konflik Rusia-Ukraina 2022:
• Inflasi melonjak lagi: Kenaikan harga energi langsung mendorong CPI global. Goldman Sachs memprediksi, setiap kenaikan harga minyak sebesar 10% akan meningkatkan inflasi global sebesar 0,1-0,2 poin persentase, yang mungkin memaksa Federal Reserve untuk menghentikan rencana penurunan suku bunga pada 2026 dan mempertahankan suku bunga acuan di **3,75%** atau lebih tinggi.
• Rantai pasok terganggu: Tarif pengiriman laut melonjak, kapal terpaksa mengelilingi Tanjung Afrika, menambah jarak perjalanan dua minggu. Ini adalah “tamparan mematikan” bagi ekonomi Asia Timur yang sangat bergantung pada energi dari Selat, seperti Jepang dan Korea, yang berpotensi mengurangi GDP mereka sebesar 1% hingga 3%.
• Krisis biaya manufaktur: Pengilangan yang diserang menyebabkan kekurangan bahan bakar olahan (bensin, diesel), biaya industri kimia, logistik, dan penerbangan meningkat tajam, menandai awal dari “stagflasi” dengan harga minyak tinggi, pertumbuhan rendah, dan suku bunga tinggi.
3. Dampak terhadap Harga Bitcoin (BTC): Lindung Nilai atau Risiko?
Performa Bitcoin dalam krisis ini tidak seperti “emas digital”, malah lebih mirip aset risiko dengan leverage:
• Tekanan jangka pendek (risiko penurunan): Pada awal konflik, harga BTC turun dari sekitar 72.000 dolar AS ke sekitar 66.500 dolar AS, penurunan signifikan. Penyebabnya adalah risiko geopolitik yang memicu pengurangan likuiditas, di mana investor lebih memilih menjual aset volatil tinggi untuk mendapatkan likuiditas dolar.
• Hilangnya sifat safe haven? Dibandingkan harga emas yang menembus 5.000 dolar per ons, kemampuan BTC untuk menjadi lindung nilai terhadap risiko diragukan dalam kondisi saat ini. Dengan ekspektasi inflasi global yang meningkat dan pasar memperkirakan suku bunga tetap tinggi, ini memberi tekanan penilaian terhadap BTC dan aset non-asset-backed lainnya.
• Konflik likuiditas: Di satu sisi, konflik geopolitik menurunkan kepercayaan; di sisi lain, jika Federal Reserve melakukan injeksi dana (seperti injeksi 3 maret sebesar 3 miliar dolar), BTC mungkin mendapatkan dukungan pasif.
Prediksi Bitcoin (BTC)
• Fluktuasi dan pengujian support: Jika harga minyak menembus 100 dolar dan memicu kepanikan pasar keuangan kedua, BTC bisa turun ke support kritis di 60.000 dolar bahkan 50.000 dolar.
• Sinyal pembalikan: Hanya jika perang menyebabkan bank sentral AS atau global meluncurkan “pelonggaran kuantitatif” besar-besaran untuk menyelamatkan ekonomi, BTC akan mengalami tren “hedge inflasi” dan mencapai rekor tertinggi baru. Kesimpulan: Saat ini pasar berada di “awal badai”. Apakah Selat Hormuz bisa kembali beroperasi dalam satu minggu adalah titik pengamatan. Jika penutupan berlangsung lebih dari 21 hari, risiko akan berkembang dari fluktuasi harga aset menjadi krisis keuangan sistemik.
Kesimpulan: Pegang posisi short, bersiap menyambut keuntungan di atas 10.000 poin, dengarkan instruksi dan ikuti langkahnya, itu sama saja dengan menghasilkan uang!!!