Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Israel Menyerang Iran, AS Bergabung
(MENAFN- Kashmir Observer) ** Dubai** – Saat pembicaraan berisiko tinggi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase yang disebut pejabat sebagai fase penentu di Jenewa, Israel melancarkan serangan militer besar terhadap Iran dini hari Sabtu. Pejabat AS kemudian mengonfirmasi bahwa Washington turut serta dalam operasi tersebut.
Serangan ini terjadi hanya satu hari setelah kapal perang AS Gerald Ford berlabuh dekat Israel, langkah yang secara luas dianggap sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan balasan Iran sebagai antisipasi aksi bersama AS–Israel.
ADVERTISEMENT
** Ledakan di Seluruh Iran**
Beberapa ledakan dilaporkan terjadi di seluruh ibu kota Iran, Teheran, dengan suara ledakan juga terdengar di beberapa kota lain, termasuk Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan, dan Karaj, menurut laporan media lokal.
Asap tebal terlihat naik dari sebuah distrik di Teheran tempat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, dikenal tinggal. Daerah ini juga menampung istana presiden dan Dewan Keamanan Nasional. Surat kabar Iran Sharq melaporkan adanya asap yang terlihat di sekitar lokasi.
Saksi mata di Teheran menggambarkan mendengar ledakan keras. Televisi negara Iran kemudian mengakui adanya ledakan tetapi tidak memberikan rincian penyebabnya. Belum ada angka korban resmi yang dirilis, dan belum ada reaksi resmi dari otoritas Iran.
** Operasi Gabungan AS–Israel**
Menurut pejabat AS dan sumber yang akrab dengan operasi tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama karena sensitivitas aksi militer ini, Amerika Serikat secara aktif terlibat dalam serangan tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut operasi ini sebagai upaya “menghilangkan ancaman”, meskipun ia menolak menjelaskan lebih jauh.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kampanye udara bersama ini bertujuan untuk membongkar aparat keamanan Iran.
ADVERTISEMENT
** Keadaan Darurat dan Penutupan Wilayah Udara**
Secara bersamaan, sirene berbunyi di seluruh Israel saat militer Israel mengeluarkan apa yang disebutnya sebagai “peringatan proaktif” tentang kemungkinan peluncuran misil ke wilayah Israel. Tentara Israel menyatakan keadaan darurat dan mendesak warga untuk tetap dekat dengan tempat perlindungan bom.
Menanggapi serangan tersebut, Iran menutup wilayah udaranya. Juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, mengumumkan bahwa Notis untuk Misi Udara (NOTAM) telah dikeluarkan.
Read Also Iran Balas Serangan: Roket Meluncur ke Israel, Ledakan Guncang Basis AS di Teluk Video: Israel Serang Iran, AS Ikut Serta
Majid Akhavan menyatakan bahwa wilayah udara Iran akan ditutup setidaknya selama enam jam dan menyarankan masyarakat untuk menghindari bandara sampai ada pengumuman resmi lebih lanjut.
** Konteks Politik**
Serangan ini terjadi di tengah negosiasi diplomatik yang sensitif antara Washington dan Teheran. Mehran Kamrava, direktur Unit Studi Iran di Pusat Riset dan Kebijakan Arab dan profesor di Universitas Georgetown di Qatar, menyiratkan bahwa Israel mungkin berusaha menggagalkan pembicaraan tersebut.
Kamrava dikutip oleh Al Jazeera mengatakan bahwa meskipun ia tidak menyangka AS akan langsung menyerang Iran, Israel telah “cukup vokal tentang niatnya untuk merusak negosiasi AS–Iran.”
“Seperti yang dilakukan bulan Juni lalu,” kata Kamrava, “kelihatannya mereka melancarkan serangan yang dirancang untuk menggagalkan negosiasi antara Iran dan AS.”
** Situasi yang Sedang Berkembang**
Rincian masih terbatas, dan otoritas Iran belum bereaksi.
Dengan kedua negara dalam keadaan siaga tinggi dan pembatasan wilayah udara diberlakukan, situasi tetap tidak stabil, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi regional yang lebih luas.