Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bagaimana Jeremy Sturdivant Menjadi Perantara yang Tak Terduga dalam Sejarah Bitcoin
Meskipun kebanyakan orang mengenang Laszlo Hanyecz sebagai orang yang menghabiskan 10.000 Bitcoin untuk pizza, sedikit yang tahu kisah lengkap di balik transaksi legendaris tahun 2010 itu. Jeremy Sturdivant, yang saat itu baru berusia 19 tahun, memainkan peran penting namun sering diabaikan. Dia bukan pembeli maupun penjual—dia adalah jembatan yang memungkinkan seluruh pertukaran itu terjadi. Menggunakan kartu kredit pribadinya, dia membeli dua pizza Papa John’s seharga $41 dan menerima 10.000 BTC sebagai gantinya, masuk ke dalam legenda Bitcoin dalam prosesnya.
Transaksi yang Tidak Diduga Siapa Pun
Pembayaran pizza itu sendiri sangat revolusioner, tetapi yang membuatnya memungkinkan adalah kesediaan Jeremy Sturdivant untuk memfasilitasi kesepakatan tersebut. Pada masa awal Bitcoin, sedikit pedagang yang menerima mata uang digital, dan bahkan lebih sedikit yang memiliki infrastruktur untuk memproses transaksi semacam itu. Jeremy melihat peluang untuk menjadi bagian dari sesuatu yang bersejarah—bukan sebagai investor, tetapi sebagai peserta. Dia memahami bahwa dia memungkinkan seseorang membuktikan bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai uang nyata, bukan sekadar aset spekulatif. $41 yang dia keluarkan tampak tidak signifikan dibandingkan dengan makna simbolis dari apa yang sedang terjadi.
Dari Aset Digital ke Petualangan Gaming
Di sinilah kisah Jeremy Sturdivant berbeda tajam dari narasi cryptocurrency yang umum. Setelah menerima 10.000 Bitcoin, dia tidak menyimpannya untuk potensi keuntungan di masa depan. Sebaliknya, dia memperlakukannya seperti apa adanya saat itu: sebagai keanehan digital dengan nilai yang tidak pasti. Dia menggunakannya secara pragmatis—menghabiskan sebagian untuk video game dan membiayai pengalaman perjalanan kecil. Pada saat harga Bitcoin naik ke $400, alokasi awalnya sudah lama hilang. Kebanyakan orang akan menganggap penyesalan mengikuti keputusan seperti itu, tetapi pandangan Jeremy Sturdivant tetap jujur dan segar.
Mengapa Jeremy Sturdivant Tidak Pernah Menoleh Ke Belakang
Dalam pandangan ke belakang, mungkin orang mengira Jeremy Sturdivant akan merasa kecewa dengan pilihannya. Bagaimanapun, 10.000 Bitcoin itu akan bernilai ratusan juta dolar menurut standar saat ini. Sebaliknya, dia justru merasa bangga atas partisipasinya. Dia menyadari bahwa perannya—baik sebagai perantara transaksi maupun sebagai orang yang bersedia menggunakan Bitcoin sebagai alat tukar—memiliki tujuan yang lebih besar daripada kekayaan pribadi. Jeremy Sturdivant memahami sesuatu yang resonan di komunitas crypto: nilai sebenarnya dari Bitcoin di masa-masa awal bukan diukur dari dolar, tetapi dari prinsip sistem pembayaran peer-to-peer yang berfungsi.
Kisah ini merangkum sebuah kebenaran mendasar tentang waktu, perspektif, dan nilai. Apa yang tampak tidak berharga di satu era bisa menjadi tak ternilai di era lain. Sebaliknya, tindakan yang tampak bodoh menurut satu standar bisa menjadi visioner menurut standar lain. Perjalanan Jeremy Sturdivant mengingatkan kita bahwa terkadang kontribusi paling berharga untuk sebuah gerakan hanyalah percaya padanya saat orang lain tidak—bahkan jika itu berarti menghabiskan keberuntunganmu untuk kesenangan sementara daripada menimbunnya sebagai aset digital.