Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dari Peristiwa 519 hingga utang dua miliar—kisah sedih legenda dunia kripto
Pada akhir tahun 2025, ketika pasar kripto kembali mengalami fluktuasi besar, sebuah nama kembali muncul di mata para trader—Liang Xi. Mantan “miliarder” ini, setelah bertahun-tahun mengalami masa suram, berhasil kembali ke sorotan dengan serangkaian transaksi yang menakjubkan. Namun, kisah di baliknya jauh lebih kompleks daripada grafik naik turun apa pun. Liang Xi dari seorang jenius menjadi seorang penjudi, lalu kembali menjadi raja, menyaksikan kegilaan dan kejamnya pasar kripto.
Dari Atlet Generasi Nol ke Bintang Baru Dunia Kripto—Perjalanan Liang Xi
Liang Xi bernama asli Geng Zhiyu, seorang generasi nol yang usianya baru 24 tahun. Tapi riwayat hidupnya cukup membuat banyak orang seusianya merasa malu: sejak usia 10 tahun sudah menjadi atlet renang tingkat nasional, di usia 15 tahun meraih juara di Provinsi Hebei untuk game “Honor of Kings”. Prestasi-prestasi ini cukup membuktikan bakatnya. Namun, bakat seringkali disertai dengan kepribadian ekstrem. Pada usia 17 tahun, karena kecanduan game, dia dikirim ayahnya ke sekolah pemulihan kecanduan internet. Pengalaman ini mengasah daya tahan mentalnya dan juga membantunya menemukan cara menghasilkan uang—melalui layanan teman bermain game, dia mengumpulkan uang pertama sebesar 20 juta yuan.
Pengalaman-pengalaman ini tampaknya menyimpang dari jalur utama, tetapi sebenarnya mengungkapkan sifat dasar Liang Xi: dia adalah seorang jenius, tetapi juga seorang ekstremis. Apapun yang dia lakukan, dia akan melakukannya dengan totalitas. Sifat ini kemudian tercermin secara penuh dalam karier trading-nya.
Keajaiban Trading Frekuensi Tinggi dalam Insiden 519—Pertarungan Mencapai Ketenaran Liang Xi
Mei 2021, pasar cryptocurrency mengalami gelombang turbulensi hebat, bulan ini kemudian dikenal di dunia kripto sebagai “Insiden 519”. Di tengah gejolak pasar ini, Liang Xi pun mendadak terkenal.
Metode operasinya benar-benar seperti pelajaran di buku teks—sangat agresif: menggunakan 1.000 yuan dari rekening ayahnya, dengan leverage 100 kali, untuk melakukan short Bitcoin. Pendekatan ini tampak gila bagi trader profesional, tetapi Liang Xi berhasil berkat frekuensi trading yang luar biasa tinggi. Ia pernah melakukan hingga 1.454 transaksi dalam seminggu, rata-rata sekitar 8,65 transaksi per jam. Untuk menjaga kecepatan ini, dia tidur kurang dari 5 jam sehari, mengandalkan kopi dan adrenalin murni untuk bertahan.
Strateginya adalah “cepat masuk, cepat keluar” dengan strategi rolling, sepenuhnya bertaruh pada tren turun yang satu arah. Kali ini, dia tepat. Dalam waktu hanya satu bulan, modal 1.000 yuan-nya berubah menjadi puluhan juta yuan, dan puncaknya, asetnya dikabarkan melebihi 40 juta yuan.
Prestasi ini cukup membuat banyak trader profesional terkesima. Tapi yang lebih mencolok adalah cara Liang Xi menunjukkan diri—mengunggah mobil mewah (dikatakan Lamborghini), barang-barang mewah, dan screenshot transaksi secara langsung di Weibo, bahkan mengumbar saldo rekening banknya. Dia pernah menulis bahwa “Usia 19 tahun sudah bernilai miliaran,” yang menarik perhatian besar dan juga memicu kritik keras.
Harga Leverage Tinggi—Lingkaran Setan Liang Xi
Namun, keberhasilan insiden 519 memberi Liang Xi ilusi yang mematikan. Dia mulai percaya bahwa dia menguasai rahasia pasar, dan risiko dari leverage tinggi semakin diabaikan.
Setengah tahun kemudian, Bitcoin mulai rebound. Penilaiannya ternyata sangat keliru. Dia tidak melakukan cut loss tepat waktu, malah menambah leverage. Akibatnya, posisi margin call bertubi-tubi, dan dana yang semula puluhan juta yuan pun cepat habis. Setelah itu, dia tidak belajar dari pengalaman, malah terjebak dalam lingkaran paradoks: semakin sering kalah, semakin agresif trading-nya, dan semakin besar kerugiannya, yang kemudian memicu langkah-langkah yang lebih ekstrem lagi.
Dia pernah menulis di media sosial: “Kalau dikasih lagi 1.000 yuan, aku bisa balik lagi.” Kata-kata ini terdengar seperti bercanda, tetapi mencerminkan mental penjudi. Seperti yang dikatakan netizen, setiap kali dia mencoba bangkit kembali, selalu berakhir dengan kerugian total. Mereka memberi julukan “Master Nol”—terkesan seperti ejekan, tetapi sebenarnya menyiratkan kesedihan akan seorang jenius yang menghancurkan dirinya sendiri.
Utang dan Trauma Mental—Keterpurukan 2022-2024
Tahun 2022, Liang Xi benar-benar bangkrut, dengan kerugian lebih dari 50 juta yuan. Akun yang dulu bernilai puluhan juta berubah menjadi minus. Hubungan dengan ayahnya pun memburuk. Konon, ayahnya berusaha mengendalikan sisa asetnya untuk menutup kerugian, tetapi Liang Xi menuduh ayahnya “pengkhianat.” Konflik ini akhirnya berujung pada kenyataan menyedihkan: ayahnya memasukkannya ke rumah sakit jiwa.
Liang Xi kemudian di Twitter mengaku bahwa dia mengalami “penahanan ilegal,” dan secara rinci menggambarkan pengalaman diikat di tempat tidur, dipaksa menjalani pengobatan, dan disuntik obat yang tidak diketahui. Meski tidak bisa diverifikasi sepenuhnya, pengalaman ini jelas meninggalkan luka mendalam baginya.
Kisahnya semakin berat. Awal 2023, beredar kabar bahwa dia mencoba bunuh diri dengan meminum pestisida karena tekanan utang. Meskipun detailnya belum lengkap, dia menulis di Twitter “Hidup ini tidak ada artinya” dan “Ingin menghapus semuanya,” ditambah rumor bahwa dia dilarikan ke rumah sakit untuk diselamatkan, membuat rumor ini semakin dipercaya.
Hingga 2024, kondisi Liang Xi benar-benar di titik terendah. Dia harus mengandalkan bantuan sosial untuk bertahan hidup. Mantan trader yang dulu pamer kekayaan ini sekarang bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Data terakhir menunjukkan utangnya telah mencapai 200 juta yuan.
Perubahan Terbaru—Kembalinya Liang Xi sebagai “Raja”
Namun, cerita ini belum berakhir. Ketika akhir tahun 2025 pasar kembali jatuh, Liang Xi tampaknya melihat peluang lagi. Kali ini, dia kembali menggunakan pola yang sama: modal seribu yuan, leverage tinggi, trading jangka pendek. Tapi yang berbeda, kali ini dia benar dalam menilai pasar.
Di tengah sorotan skeptis dan perhatian luas, Liang Xi berhasil melunasi utang sebesar 200 juta yuan dari hasil trading ini. Berita ini langsung mengguncang industri. Media menyebutnya sebagai “pelunasan utang paling gila,” dan netizen pun ramai-ramai membahas—ada yang memberi pujian atas “kebangkitan dari jurang,” ada juga yang menilai ulang kemampuan trading-nya.
Refleksi: Batas Antara Jenius dan Penjudi
Kisah Liang Xi meninggalkan banyak pertanyaan penting bagi para pelaku pasar kripto. Dia sebenarnya seorang trader jenius atau penjudi gila? Jawabannya mungkin: keduanya, atau tidak sama sekali.
Dia memang menguasai keahlian trading frekuensi tinggi dan mampu meraih hasil luar biasa dalam kondisi pasar tertentu. Tapi dia juga menunjukkan mental penjudi yang khas—setelah sukses, risiko diperbesar tanpa batas; setelah gagal, dia tetap keras kepala dan terus berusaha. Kombinasi psikologi ini dengan leverage tinggi akhirnya membawa dia dari puncak ke jurang kehancuran.
Kisah Liang Xi mengingatkan semua trader bahwa keahlian sekalipun harus disertai manajemen risiko. Dan, kadang-kadang, kekuatan mental lebih menentukan nasib seseorang daripada teknik trading. Apakah keberhasilannya baru-baru ini keberuntungan semata atau memang takdir, waktu yang akan menjawab.