6 Maret, berita menyebutkan bahwa ekonom makro Lyn Alden mengatakan bahwa dia memperkirakan kinerja Bitcoin dalam dua hingga tiga tahun ke depan akan mengungguli emas. Alden menunjukkan bahwa pasar saat ini terlalu optimis terhadap emas, sementara Bitcoin dipengaruhi oleh sentimen pesimis yang berlebihan, dan perbedaan sentimen ini justru menciptakan peluang investasi potensial. Dia secara terbuka menyatakan dalam podcast “Financial Era Baru”: “Kalau harus memilih, saya akan memilih Bitcoin.”
Pada Januari tahun ini, harga emas pernah mencapai rekor tertinggi sekitar 5608 dolar AS, dan suasana pasar digambarkan Alden sebagai “agak gila.” Indeks ketakutan dan keserakahan emas JM Bullion menunjukkan bahwa saat itu suasana pasar cenderung “serakah,” dengan skor mencapai 72 poin. Sebaliknya, indeks ketakutan dan keserakahan Bitcoin hanya 18 poin, berada dalam kondisi “ketakutan ekstrem,” dengan harga saat ini 71.164 dolar AS, turun 44% dari puncaknya 126.000 dolar AS pada Oktober tahun lalu. Alden berpendapat bahwa sentimen negatif ini terlalu dibesar-besarkan, dan di masa depan dapat memberikan ruang rebound yang lebih tinggi.
Namun, miliarder investor Ray Dalio memiliki pandangan berbeda. Dia mengingatkan investor bahwa Bitcoin tidak didukung oleh bank sentral, memiliki risiko yang belum terselesaikan seperti privasi dan ketahanan terhadap kuantum, sehingga tidak cocok sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Dalio menyebut emas sebagai “mata uang paling matang,” dan merupakan aset cadangan kedua terbesar yang dimiliki bank sentral di seluruh dunia.
Seiring Bitcoin dan emas secara bertahap membangun reputasi sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian makroekonomi, korelasi keduanya semakin meningkat. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menunjukkan bahwa tren ini mungkin akan berlanjut selama beberapa tahun ke depan. CEO CEX terbesar di AS, Brian Armstrong, bahkan memprediksi bahwa pada tahun 2030, Bitcoin berpotensi menembus 1 juta dolar AS, dengan keyakinan bahwa kejelasan regulasi akan menjadi kekuatan pendorong utama.
Secara keseluruhan, Bitcoin dan emas masing-masing memiliki keunggulan dan risiko, tetapi perbedaan sentimen ini mungkin akan memberikan peluang unik bagi investor kripto. Fluktuasi harga Bitcoin saat ini dan indeks ketakutan pasar menunjukkan potensi jendela pembelian, dan perlu memperhatikan perkembangan tren ke depan.