Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kejatuhan Pola Saluran Paralel Shiba Inu: Mengapa Penurunan 70% Bisa Jadi Kemungkinan
Gambaran teknikal untuk Shiba Inu telah mengambil arah yang mengkhawatirkan, dengan pergerakan harga memecoin ini menunjukkan potensi kegagalan pola saluran paralel yang dapat membuka jalan untuk penurunan yang signifikan. Menurut analisis teknikal dari Ali Martinez, aset ini telah menembus dengan tegas di bawah level support kritis yang telah menahan pergerakan harga selama beberapa tahun, membuka peluang untuk kerugian yang jauh lebih besar di masa depan.
Memahami Pola Saluran Paralel yang Baru saja Ditembus SHIB
Pola saluran paralel mewakili fase konsolidasi di mana harga suatu aset bergerak di antara dua garis tren paralel—satu sebagai resistance di bagian atas, dan satu lagi sebagai support di bagian bawah. Pola ini dapat berbentuk berbagai macam: saluran yang miring ke atas (menaik), saluran yang menurun (menurun), atau saluran netral yang berjalan sejajar dengan sumbu waktu, masing-masing menunjukkan perilaku pasar yang berbeda.
Dalam kasus SHIB, grafik mingguan menunjukkan token ini tetap terjebak dalam kisaran konsolidasi samping selama beberapa tahun. Dua kali selama tahun 2024, harga mencoba menembus batas atas tetapi selalu ditolak. Sepanjang 2025, Shiba Inu sebagian besar berkisar di dekat garis tengah saluran sebelum perlahan-lahan bergeser ke arah support bawah. Perubahan kritis terjadi saat momentum bearish menguat menuju 2026, mendorong aset ini untuk menguji kembali batas support—namun kali ini, pantulan tidak pernah terjadi. Sebaliknya, SHIB langsung melewati batas bawah, menunjukkan bahwa pola saluran paralel akhirnya gagal.
Menembus Bawah Support: Target Harga dan Risiko Penurunan
Ketika sebuah aset menembus salah satu batas dari pola konsolidasi, teori teknikal menyarankan bahwa pergerakan yang dihasilkan dapat memperpanjang jarak sekitar sama dengan tinggi pola tersebut. Menggunakan pengukuran ini pada struktur konsolidasi SHIB, Martinez mengidentifikasi $0.00000138 sebagai level target potensial—yang mewakili penurunan sebesar 77% dari level support awal sekitar $0.00000615.
Keparahan skenario ini menegaskan mengapa trader teknikal memantau dengan cermat pecahnya saluran. Pergerakan sebesar itu akan menandai fase capitulation ekstrem, meskipun tidak asing dalam volatilitas meme token.
Status Pasar Saat Ini dan Langkah Selanjutnya untuk SHIB
Hingga data terbaru, Shiba Inu sedang berada di bawah tekanan, dengan token ini turun sekitar 10,97% dalam seminggu terakhir. Momentum penurunan yang semakin cepat ini memperkuat kekhawatiran teknikal bahwa pecahnya pola saluran paralel bukanlah sinyal palsu, melainkan awal dari koreksi yang lebih besar.
Jalan ke depan bergantung pada apakah pembeli dapat membangun support baru atau jika pecahan ini terus menuju target yang diproyeksikan. Para pelaku pasar akan mengamati apakah terjadi pergerakan stabilisasi atau konfirmasi bahwa penurunan menuju level harga yang lebih rendah sedang berlangsung.