Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Transformasi ekonomi global: analisis Zoltan Pozsar tentang desentralisasi dan risiko baru
Pada konferensi Token 2049 pada Oktober 2025, Zoltán Pózára mempresentasikan analisis fundamental tentang proses yang terjadi dalam ekonomi dunia. Posisi utama analis adalah bahwa dekade ini akan menjadi titik balik dalam sejarah sistem keuangan. Zoltán Pózára menyoroti bahwa tatanan ekonomi global sedang mengalami transformasi mendalam, beralih dari model terpusat ke arsitektur terdistribusi.
Keruntuhan sistem ekonomi unipolar
Analisis yang disampaikan dalam acara ini secara tegas menunjukkan tren: dunia terbagi menjadi dua zona ekonomi utama — “Federasi Barat” dan “Federasi Timur”. Pola polaritas ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari pergeseran kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang disengaja. Jika sebelumnya AS berfungsi sebagai pusat konsumsi global, kini mereka bertransformasi menjadi pusat produksi. Pergeseran ini secara fundamental merusak tatanan keuangan yang ada, yang dibangun di atas dominasi dolar AS selama puluhan tahun.
Dampak praktis dari pergeseran ini sudah terlihat. Eropa menghadapi tantangan ekonomi jangka pendek yang disebabkan oleh kurangnya investasi dalam infrastruktur kritis dan pertahanan. Kebijakan kenaikan suku bunga yang diterapkan pemerintah AS mempercepat kemerosotan ekonomi di benua tersebut.
Tekanan ekonomi terhadap pasar maju dan berkembang
Efek negatif dari kebijakan moneter Amerika Serikat menyebar jauh melampaui Eropa. Jepang dan Korea Selatan, dua pusat ekonomi terbesar di Asia, mengalami tekanan tajam di pasar aset dan valuta. Tingginya suku bunga AS dikombinasikan dengan kebijakan perdagangan menciptakan kondisi untuk devaluasi mata uang lokal dan aliran keluar modal dari wilayah ini.
Pasar berkembang berada dalam posisi yang lebih kompleks. Mereka telah bertahun-tahun berjuang melawan tekanan inflasi, volatilitas nilai tukar, dan ancaman besar dari aliran keluar modal. Ekonomi ini menjadi sangat rentan selama periode ketegangan geopolitik.
Secara eksternal, mungkin terlihat bahwa dolar AS mempertahankan posisinya berkat redistribusi biaya antar mitra strategis dan meningkatnya penggunaan stablecoin sebagai sistem mata uang alternatif. Namun, Zoltán Pózára memperingatkan bahwa dukungan semacam ini mungkin tidak bertahan lama. Dalam jangka panjang, dominasi dolar tetap dipertanyakan, karena sekutu-sekutu bisa kehilangan minat dalam mempertahankan sistem ini.
Emas versus Bitcoin: strategi tabungan di era krisis kepercayaan
Dalam membahas strategi investasi dalam lanskap ekonomi saat ini, analis menekankan bahwa emas mengonsolidasikan perannya sebagai aset perlindungan universal. Krisis kepercayaan yang meningkat terhadap mata uang fiat menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk kenaikan harga logam mulia ini. Emas tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga nilai dalam ketidakpastian.
Terkait Bitcoin, Zoltán Pózára menyampaikan posisi yang lebih hati-hati. Meskipun cryptocurrency memiliki potensi sebagai alat akumulasi kekayaan alternatif, volatilitas harga yang tinggi dan ketergantungannya pada tindakan regulator menyulitkan adopsi massal sebagai alat tabungan. Bitcoin bisa menjadi aset portofolio bagi sebagian investor, tetapi jalannya menuju status sebagai instrumen tabungan tradisional masih terhambat.
Obligasi pemerintah AS, meskipun didukung secara politik, tetap menjadi sumber risiko potensial. Dalam jangka pendek, permintaan terhadap surat utang negara didukung, tetapi analis menyarankan agar berhati-hati. Penurunan minat dari investor asing terhadap instrumen ini bisa menjadi guncangan ekonomi yang signifikan jika terjadi penurunan mendadak dalam permintaan dari mitra strategis AS.