Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kemunculan Kecerdasan Buatan dalam Pembuatan Film—Persimpangan Industri yang Ditunjukkan oleh AMC Theatres
Penggunaan kecerdasan buatan yang menjadi sumber konflik baru di industri hiburan. Keputusan terbaru AMC Theatres menyoroti konflik seluruh industri terkait produksi film dan teknologi AI. Kasus penolakan penayangan karya pendek yang dihasilkan AI berjudul “Hari Thanksgiving” ini bukan hanya keputusan satu perusahaan, melainkan simbol tantangan yang dihadapi seluruh industri.
Kriteria penilaian karya yang dihasilkan AI dipertanyakan di lapangan
“Hari Thanksgiving” yang diproduksi oleh NS3.AI menggunakan alat kecerdasan buatan canggih dan meraih penghargaan di Festival Animasi AI, menunjukkan penilaian teknis yang baik. Namun, bagi pengelola bioskop, proses produksi yang melibatkan AI menjadi masalah utama. Keputusan AMC Theatres untuk tidak menayangkan karya tersebut didasarkan pada pandangan bahwa penggunaan kecerdasan buatan bertentangan dengan nilai-nilai dasar pembuatan film.
Latar belakang keputusan ini adalah pertanyaan mendasar tentang definisi kreativitas dalam industri film. Dalam pembuatan film tradisional, imajinasi manusia dan keahlian kerajinan menjadi inti. Sementara itu, pembuatan film dengan AI meningkatkan efisiensi, tetapi memunculkan pertanyaan dari industri tentang apa yang sebenarnya merupakan ekspresi kreatif.
Regulasi industri film dan batasan kecerdasan buatan
Serikat aktor dan asosiasi industri yang terlibat dalam pembuatan film semakin waspada terhadap penggunaan AI, dan upaya untuk menetapkan aturan semakin aktif. Kekhawatiran utama mereka adalah dampak teknologi AI terhadap peluang kerja dan proses kreatif dalam pembuatan film tradisional.
Yang menjadi perhatian khusus adalah apakah kerangka regulasi dapat mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. Kecepatan perkembangan AI menimbulkan pertanyaan apakah mekanisme regulasi mandiri industri cukup efektif untuk mengatur penggunaan AI.
Konfrontasi antara serikat aktor dan pembuat film
Dalam industri, terdapat perbedaan posisi yang jelas antara para kreator yang ingin mengadopsi AI secara aktif dan aktor serta pembuat film tradisional yang khawatir akan dampaknya. Diskusi tentang masa depan industri film, aturan apa yang diperlukan, dan kemungkinan keberlangsungan hidup bersama dengan AI semakin memanas.
Keputusan AMC Theatres mencerminkan bahwa konflik internal industri ini belum terselesaikan. Sampai tercapai kesepakatan tentang posisi AI dalam pembuatan film, kemungkinan keputusan serupa akan terus muncul.