Pada tanggal 10 Maret, pemimpin Partai Reformasi Inggris, tokoh politik yang lama mendukung aset digital, Nigel Farage, baru-baru ini menginvestasikan sekitar 260.000 poundsterling (sekitar 250.000 dolar AS) ke perusahaan keuangan Bitcoin, Stack BTC. Perusahaan ini dioperasikan bersama oleh mantan Menteri Keuangan Inggris, Kwasi Kwarteng, dan investasi ini juga dipandang sebagai langkah terbaru Farage dalam mendorong perkembangan industri kripto di Inggris.
Dalam pernyataannya, Farage menyatakan bahwa selama bertahun-tahun ia adalah salah satu dari sedikit pendukung terbuka Bitcoin di dunia politik Inggris, dan percaya bahwa mata uang digital akan memainkan peran penting dalam sistem keuangan dan kegiatan bisnis di masa depan. Ia menambahkan bahwa London telah lama menjadi salah satu pusat keuangan global, dan Inggris memiliki peluang untuk menduduki posisi kunci dalam industri aset kripto global.
Investasi ini juga diartikan oleh banyak pihak sebagai upaya Farage meniru model kerja sama antara politik dan industri kripto di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mendapatkan dukungan luas dari industri kripto selama pemilihan presiden 2024 dan mendorong kebijakan yang lebih ramah terhadap pengaturan aset digital.
Stack BTC merupakan salah satu contoh perusahaan “bank Bitcoin” yang muncul belakangan ini. Perusahaan semacam ini membeli Bitcoin melalui penerbitan saham atau pendanaan, dan menjadikannya sebagai aset utama dalam portofolio mereka. Model ini terinspirasi dari keberhasilan perusahaan perangkat lunak Strategy. Sejak mulai melakukan alokasi besar-besaran ke Bitcoin pada tahun 2022, harga saham perusahaan ini sempat melonjak secara signifikan.
Namun, kondisi pasar baru-baru ini mengalami perubahan. Setelah pasar kripto mengalami koreksi mendekati 50% dari puncaknya pada tahun 2025, beberapa perusahaan bank Bitcoin mulai menghadapi tekanan. Beberapa dari mereka menghentikan penambahan Bitcoin lebih lanjut, bahkan mulai menjual sebagian aset mereka untuk mengatasi volatilitas pasar.
Data menunjukkan bahwa saat ini, total nilai Bitcoin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan semacam ini di seluruh dunia sekitar 76 miliar dolar AS, yang sudah menurun secara signifikan dari puncaknya sebelumnya. Sementara itu, beberapa investor institusional juga mulai bersikap lebih berhati-hati terhadap saham terkait.
Meski demikian, performa Stack BTC sejak awal tahun ini tetap cukup kuat. Data terbuka menunjukkan bahwa harga saham perusahaan ini telah naik sekitar 83% sejak awal tahun. Para analis berpendapat bahwa seiring dengan diskusi yang semakin intensif di Inggris mengenai kerangka regulasi aset digital, hubungan antara tokoh politik dan industri kripto mungkin akan menjadi semakin erat.