(Sumber: yzilabs)
YZi Labs, institusi investasi terkemuka, baru saja mengumumkan kepemimpinan dalam putaran pendanaan senilai $52 juta untuk RoboForce, perusahaan robotika AI asal Silicon Valley. Investasi ini tidak hanya memberikan dukungan permodalan, tetapi juga menegaskan keyakinan kuat YZi Labs terhadap masa depan Physical AI. Selain dukungan finansial, Managing Partner YZi Labs, Ella Zhang, akan bergabung dalam Dewan Direksi RoboForce.
Misi utama RoboForce adalah mengatasi kekurangan tenaga kerja yang memengaruhi berbagai sektor industri.
Sektor utama yang menjadi fokus:
Energi terbarukan (misalnya konstruksi tenaga surya)
Pusat data dan infrastruktur AI
Logistik dan transportasi
Pertambangan dan manufaktur
Peran-peran di sektor ini memiliki karakteristik utama berikut:
Risiko dan intensitas kerja tinggi
Tugas sangat berulang
Lingkungan kerja yang menantang
RoboForce menyebut fenomena ini sebagai kesenjangan antara pertumbuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, yang ingin mereka atasi melalui teknologi robotika canggih.
Produk andalan RoboForce, robot TITAN, dirancang untuk menghadapi lingkungan industri ekstrem.
Fitur utama TITAN meliputi:
Operasi presisi tingkat milimeter
Performa tinggi dan berkelanjutan
Kemampuan beradaptasi dengan panas luar ruangan dan medan kompleks
(Robot TITAN oleh RoboForce)
Sistem ini menjadi contoh nyata “Physical AI”, menegaskan bahwa AI tidak hanya terbatas di ranah digital, melainkan juga dapat berperan langsung dalam produksi di dunia nyata.
Didirikan pada 2023, tim RoboForce terdiri dari para ahli yang berasal dari institusi dan perusahaan terkemuka seperti Carnegie Mellon University, University of Michigan, Amazon Robotics, Google, Waymo, Cruise, Tesla Robotics, ABB, dan Apple.
Co-founder Leo Ma berpengalaman dalam teknologi mengemudi otonom dan merupakan pendiri perusahaan mengemudi otonom CYNGN, membawa keahlian mendalam di bidang AI dan robotika.
Dasar teknis RoboForce terletak pada arsitektur “Data Flywheel”.
Siklus operasionalnya adalah sebagai berikut:
Robot menjalankan tugas di lingkungan nyata
Data operasional dalam jumlah besar dikumpulkan
Data digunakan kembali untuk melatih model AI
Performa robot generasi berikutnya semakin meningkat
Proses iteratif ini memungkinkan sistem robotik terus berkembang, menciptakan keunggulan yang dapat diskalakan.
RoboForce menjalin kemitraan erat dengan NVIDIA, memanfaatkan berbagai solusi infrastruktur AI milik NVIDIA:
Jetson Thor (komputasi edge)
Isaac Sim / Isaac Lab (simulasi dan pelatihan)
Cosmos (generasi data sintetis)
OSMO (koordinasi cloud dan edge)
CEO NVIDIA, Jensen Huang, juga menyoroti RoboForce pada konferensi GTC, menyebutnya sebagai contoh utama aplikasi industri berbasis AI.
RoboForce telah memperoleh lebih dari 11.000 letter of intent (LOI) untuk robot dan kini bergerak dari tahap pilot ke produksi skala besar.
Hal ini menunjukkan permintaan pasar yang jelas untuk solusi otomasi tenaga kerja industri, khususnya di konstruksi tenaga surya skala besar, pertambangan dan ekstraksi sumber daya, serta operasi logistik besar yang sangat mengutamakan efisiensi dan keselamatan.
YZi Labs memimpin pendanaan ini dengan mempertimbangkan empat hal utama:
Tim memiliki pengalaman langsung menerapkan sistem kompleks dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan industri.
Integrasi teknis lintas disiplin menghadirkan keunggulan kompetitif dalam aplikasi nyata.
Kekurangan tenaga kerja industri merupakan tantangan global dengan potensi pasar besar.
Kemajuan komputasi edge, simulasi, dan model AI memungkinkan Physical AI mencapai kelayakan komersial.
Pendanaan akan difokuskan pada tiga tujuan utama:
Memperkuat model AI dan sistem Data Flywheel
Memperluas kapasitas produksi serta distribusi robot
Mempercepat komersialisasi, membawa proyek pilot ke aplikasi nyata
Bagi YZi Labs, investasi ini menandai pergeseran strategis dari infrastruktur ekonomi digital ke ekspansi yang lebih luas di bidang AI dan bioteknologi.
Seiring transisi teknologi AI dari perangkat lunak ke perangkat keras, aplikasi dunia nyata berkembang pesat. RoboForce menjadi pelopor masa depan di mana AI bukan sekadar alat pemrosesan data, melainkan berperan aktif dalam pembangunan dan produksi.
Investasi YZi Labs di RoboForce bukan sekadar dukungan untuk satu perusahaan—ini menunjukkan minat pasar yang tinggi terhadap potensi pertumbuhan Physical AI. Dengan kekurangan tenaga kerja di sektor industri yang semakin tajam, solusi AI dan robotika menjadi kebutuhan utama. Berkat kemajuan teknologi dan implementasi skala besar, perusahaan seperti RoboForce siap memainkan peran vital di bidang energi, manufaktur, dan infrastruktur, serta berpotensi mengubah kolaborasi manusia–mesin di masa depan.





