Dalam infrastruktur data Web3, Sentio dan The Graph sama-sama berperan penting dalam pemrosesan data on-chain, namun memiliki tujuan desain yang berbeda. The Graph difokuskan pada kueri terstruktur data on-chain, sedangkan Sentio unggul dalam pengindeksan data dan pemantauan secara real-time. Perbedaan mendasar ini membentuk posisi dan pengalaman pengembang yang berbeda untuk masing-masing protokol.
Untuk protokol yang membutuhkan respons real-time terhadap peristiwa on-chain, kecepatan pengindeksan data serta kemampuan monitoring lanjutan menjadi sangat krusial. Sebaliknya, aplikasi yang membutuhkan kueri data historis atau agregat lebih mengutamakan fleksibilitas antarmuka data. Oleh karena itu, Sentio dan The Graph, meski sama-sama protokol data Web3, dirancang untuk memenuhi kebutuhan data yang berbeda.
Sentio merupakan platform infrastruktur data on-chain real-time untuk Web3 yang menyediakan pengindeksan data secara real-time, analitik visual, dan fungsi auto alert. Misi utamanya adalah membantu pengembang menangkap peristiwa on-chain dengan cepat dan mengubah data mentah menjadi insight yang dapat langsung ditindaklanjuti, mendukung use case seperti monitoring protokol, peringatan risiko, dan analisis operasional.
Berbeda dengan protokol data on-chain tradisional, keunggulan utama Sentio adalah fokus pada performa real-time. Saat peristiwa on-chain terjadi, sistem segera melakukan listening, parsing, dan output, lalu menyinkronkan hasil ke dashboard visualisasi atau sistem peringatan.
The Graph, sebagai protokol pengindeksan data terdesentralisasi, memungkinkan pengembang mendefinisikan dan melakukan kueri data on-chain melalui subgraph. Tujuan utamanya adalah menstrukturkan data Blockchain yang kompleks dan mendistribusikannya ke aplikasi terdesentralisasi melalui antarmuka terpadu, sehingga mengurangi kompleksitas akses data on-chain.
Dalam arsitektur The Graph, pengembang harus mendefinisikan peristiwa dan struktur data yang ingin diindeks terlebih dahulu. Sistem kemudian mengatur data sesuai spesifikasi ini dan menyediakan layanan kueri melalui antarmuka GraphQL.
| Dimensi Perbandingan | Sentio | The Graph |
|---|---|---|
| Mekanisme Inti | Pengindeksan Real-time | Pengindeksan Subgraph |
| Respons Data | Real Time | Sinkronisasi Tertunda |
| Metode Kueri | Monitoring Real-time | Kueri GraphQL |
| Kapabilitas Visualisasi | Dukungan Bawaan | Perlu Implementasi Eksternal |
| Auto Alert | Didukung | Tidak Didukung |
| Skenario Penggunaan | Monitoring & Alert Real-time | Kueri & Agregasi Data |
Secara keseluruhan, Sentio sangat tepat sebagai solusi monitoring real-time, sedangkan The Graph unggul sebagai protokol kueri data on-chain. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan, dan melayani kebutuhan data pada lapisan yang berbeda.
Perbedaan utama antara Sentio dan The Graph terletak pada pendekatan pemrosesan datanya.
Mekanisme pengindeksan real-time Sentio berfokus pada listening peristiwa on-chain. Ketika terjadi transaksi atau perubahan status di on-chain, sistem segera menangkap peristiwa tersebut, melakukan parsing dan pemrosesan data, lalu langsung mengoutputkannya ke sistem monitoring. Hal ini memungkinkan pengembang menerima feedback hampir seketika setelah peristiwa terjadi, mendukung monitoring real-time dan auto alert.
Sebaliknya, mekanisme pengindeksan subgraph The Graph didesain untuk organisasi data terstruktur. Pengembang harus mendefinisikan aturan subgraph terlebih dahulu, yang kemudian digunakan sistem untuk mengindeks data on-chain, menyimpannya di lapisan kueri, dan menampilkannya melalui GraphQL. Pendekatan ini sangat efektif untuk kueri dan agregasi data, namun respons real-time bukanlah tujuan utamanya.
Singkatnya, Sentio berfokus pada “pemrosesan langsung setelah peristiwa terjadi”, sedangkan The Graph mengedepankan “kueri efisien setelah data diorganisir”.
Performa real-time adalah salah satu pembeda utama antara Sentio dan The Graph.
Pengindeksan data real-time Sentio mampu memproses peristiwa on-chain secara cepat dan menyinkronkan hasil ke dashboard visualisasi atau sistem peringatan. Ini sangat penting untuk monitoring protokol DeFi dan peringatan risiko. Misalnya, saat protokol terjadi pergerakan dana besar atau pola transaksi abnormal, Sentio dapat segera mendeteksi dan memicu peringatan.
Proses pengindeksan The Graph biasanya mengandalkan sinkronisasi subgraph, sehingga terdapat jeda sebelum update data muncul di antarmuka kueri. Penundaan ini masih dapat diterima untuk kueri data historis dan agregasi, namun menjadi keterbatasan untuk aplikasi yang membutuhkan respons instan.
Dengan demikian, Sentio memberikan keunggulan nyata untuk monitoring latensi rendah, sedangkan The Graph lebih cocok untuk use case yang berfokus pada kueri data.
Dari sudut pandang pengembang, The Graph menyediakan infrastruktur kueri data yang kuat. Pengembang mendefinisikan skema subgraph, mengatur logika pengindeksan, dan melakukan deploy subgraph, lalu mengambil data yang dibutuhkan melalui GraphQL. Model ini sangat fleksibel, namun memerlukan konfigurasi dan pemeliharaan lebih.
Sentio, sebaliknya, dirancang sebagai platform monitoring real-time. Pengembang dapat mengatur listener peristiwa on-chain dan memanfaatkan dashboard visualisasi bawaan untuk memantau perubahan data—tanpa perlu membangun antarmuka monitoring khusus. Pendekatan terintegrasi ini menurunkan hambatan penerapan monitoring real-time dan mempercepat feedback data untuk tim pengembang.
Jadi, The Graph ideal untuk membangun API kueri data, sementara Sentio unggul dalam implementasi cepat monitoring real-time.
Karena tujuan desain yang berbeda, Sentio dan The Graph cocok untuk skenario aplikasi yang berbeda.
The Graph paling tepat digunakan sebagai lapisan kueri data on-chain, seperti menyediakan API data untuk aplikasi terdesentralisasi, agregasi data on-chain historis, atau layanan API. Keunggulannya terletak pada pembacaan dan organisasi data, menjadikannya pilihan utama untuk aplikasi yang membutuhkan kueri status on-chain secara rutin.
Sentio lebih sesuai untuk skenario yang membutuhkan respons seketika, seperti monitoring protokol DeFi, peringatan risiko keamanan, dan analitik operasional real-time. Dalam kasus ini, data on-chain tidak hanya perlu dibaca, tetapi juga diproses dan direspons secara instan setelah peristiwa terjadi—ini adalah keunggulan inti Sentio.
Sentio dan The Graph merupakan komponen penting dalam infrastruktur data Web3, namun keduanya menyelesaikan tantangan yang berbeda. The Graph menghadirkan kapabilitas kueri data terstruktur melalui mekanisme subgraph, sehingga sangat ideal sebagai lapisan antarmuka data on-chain. Sebaliknya, Sentio memperkuat monitoring real-time dan peringatan risiko dengan pengindeksan real-time, analitik visual, dan fitur auto alert.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan data real-time pada aplikasi Web3, pentingnya protokol pengindeksan real-time juga semakin tinggi. Memahami perbedaan antara Sentio dan The Graph membantu pengembang memilih solusi infrastruktur data yang paling tepat untuk kebutuhan bisnis mereka.
Sentio berfokus pada monitoring data real-time dan auto alert, sedangkan The Graph berfokus pada kueri dan agregasi data on-chain.
Sentio mampu memproses data dan mengoutput hasilnya segera setelah peristiwa on-chain terjadi, sehingga sangat ideal untuk skenario yang membutuhkan respons instan.
The Graph dapat mengindeks data on-chain, namun karena bergantung pada sinkronisasi subgraph, performa real-time-nya umumnya tertinggal dibandingkan Sentio.
Keduanya memiliki peran berbeda: Sentio dioptimalkan untuk monitoring real-time, sedangkan The Graph dirancang untuk kueri data. Keduanya bersifat saling melengkapi, bukan saling menggantikan.





